rodentia

Posted on Juni 10, 2013

0


Rodensia berasal dari kata rodere yang berarti mengerat. Jadi rodensia adalah binatang pengerat. Ciri utamanya adalah memiliki dua pasang gigi seri yang terus tumbuh sepanjang hidupnya sehingga dia akan selalu mengerat benda yang dijumpai untuk mengurangi pertumbuhan gigi serinya tersebut agar tidak membahayakan dirinya. Rodensia terbagi menjadi tiga sub ordo yaitu rodensia bentuk tupai (sciuromorpha), tikus (myomorpha), landak (hystrico-morpha).

Tikus adalah kelompok terbesar  dan terdapat dimana manusia berada, bahkan di beberapa daerah populasinya melebihi manusia. Tikus bertubuh kecil (kurang dari 600 mm), gilik, tertutup rambut, serta ekor panjang dan bersisik yang membedakan tikus dengan rodensia lainnya.

Indera tikus berkembang dengan baik, untuk berkomunikasi lewat penglihatan, suara, dan bau. Tikus mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan sehingga dapat bertahan hidup di lingkungan manusia yang berubah.

Rodensia mampu menyaring makanan yang tidak layak makan (benda asing dan serpihan kayu yang dapat membuatnya tersedak) akan keluar melalui diastema, yaitu celah yang lebar antara gigi seri dan geraham karena rodensia tidak memiliki gigi taring dan geraham depan(premolar).

 

1.      Cara Membedakan Jenis-Jenis Tikus

 

Untuk dapat membedakan jenis-jenis tikus yang ada di lingkungan rumah dan sekitarnya kita dapat melihat pada karakter morfologi yaitu meliputi karakter eksternal dan tengkorak. Karakter eksternal ini terutama dengan melihat ukuran tikus secara keseluruhan, yaitu meliputi :

1.      Panjang total, dari ujung hidung sampai ujung ekor (PT=panjang total)

2.      Panjang ekor, dari pangkal sampai ujung ekor (PE=panjang ekor)

3.      Panjang telapak kaki belakang, dari tumit sampai ujung kuku (K=panjang kaki belakang)

4.      Panjang telinga, dari pangkal daun telinga sampai ujung daun telinga (T)

5.      Berat badan (dalam gram)

6.      Jumlah puting susu pada tikus betina, yaitu jumlah puting susu di bagian dada dan perut. Contoh 2+3=10 artinya 2 pasang di bagian dada dan 3 pasang di bagian perut sama dengan 10 buah.

7.      Warna dan jenis rambut, warna dan panjang ekor, bentuk dan ukuran tengkorak.

Satuan ukuran badan tikus yang paling lazim digunakan adalah milimeter (mm) untuk ukuran linear dan bobot dalam gram(g).

Selain karakter morfologi dan tengkorak, lingkungan dan tempat hidup atau habitat tikus, juga dapat digunakan untuk mengenal jenis tikus. Tetapi cara tersebut tidak mutlak, karena keberadaan tikus tidak selalu terbatas di daerah huniannya. Satu jenis tikus dapat menghuni beberapa habitat atau satu macam habitat dapat dihuni beberapa jenis tikus.

2.      Jenis jenis tikus di Sekitar Kita

Tikus yang berada di lingkungan rumah dan sekitarnya dapat dikelompokkan menjadi 3,yaitu:

a.       Kelompok tikus berukuran besar

1.      Tikus Got(Rattus Norvegicus, Berkenhout)

Panjang ujung kepala sampai ekor 300-400mm, ekor 170-230 mm, kaki belakang 42-47 mm, telinga 18-22 mm. Rumus mammae 3+3=12. Warna rambut badan atas coklat kelabu, rambut bagian perut kelabu. Banyak dijumpai di saluran air/riol/got di daerah pemmukiman kota dan pasar.

2.      Tikus Wirok(Bandicota Indica,Bechstsein)

Panjang ujung kepala sampai ekor 400-580mm, ekor 160-315mm, kaki belakang 47-53mm, telinga 29-32mm. Rumus mammae 3+3=12. Warna rambut badan atas dan rambut bagian perut coklat hitam. Rambutnya agak jarang dan rambut di pangkal ekor kaku seperti ijuk. Bannyak dijumpai di daerah berawa, padang alang-alang, dan kadang-kadang dikebun sekitar rumah.

 

b.      Kelompok tikus berukuran sedang

1.      Tikus rumah (Rattus-ratus Diardii atau Rattus Tanezumi)

 Panjang ujung kepala sampai ekor 220-370mm, ekor 101-180mm, kaki belakang 20-39mm, telinga 13-23mm. Rumus mammae 2+3=10. Warna rambut badan atas coklat tua dan rambut bagian perut coklat tua kelabu.tikus jenis ini banyak dijumpai di rumah (atap, kamar, dapur) dan gudang, jarang ditemukan di kebun sekitar rumah.

2.      Tikus ladang (Rattus Exulans)

Panjang ujung kepala sampai ekor 139-365 mm, ekor 108-147 mm, kaki belakang 24-35 mm, telinga 11-28 mm. Rumus mammae 2+2=8. Warna rambut badan atas coklat kelabu dan rambut bagian perut putih kelabu. Terdapat disemak-semak dan kebun/ladang sayur-sayuran dan pinggiran hutan, kadang-kadang masuk ke rumah.

3.      Tikus Belukar (Rattus Tiomanicus)

Panjang ujung kepala sampai ekor 245-397mm, ekor123-225 mm, kaki belakang 24-42 mm, telinga 12-29 mm. Rumus mammae 2+3=10. Warna rambut badan atas coklat kelabu dan rambut bagian perut putih krem. Habitat jenis tikus belukar ini ada di semak-semak dan kebun/kadang sayur-sayuran.

4.      Tikus dada putih(Rattus Niviventer)

Panjang ujung kepala sampai ekor 187-370 mm, ekor 100-210 mm, kaki belakang 18-33mm, telinga 16-32mm. Rumus mammae 2+2=8. Berambut kaku warna rambut badan atas kuning coklat kemerahan, rambut bagian perut putih. Ekor bagian atas berwarna coklat dan bagian bawah berwarna putih. Tikus dada putih sering ditemukan di daerah pegunungan, semak-semak, rumpun bambu dan rambutan.

5.      Tikus sawah (Rattus Argentiventer)

Panjang ujung kepala sampai ekor 270-370mm, ekor 130-192 mm, kaki belakang 32-39 mm, telinga 18-21 mm. Rumus mammae 3+3=12. Warna rambut badan atas coklat muda berbintik-bintik putih dan rambut bagian perut putih atau coklat pucat. Habitat Rattus Argentiventer adalah di daerah sawah dan padang alang-alang.

c.       Kelompok tikus kecil

Mencit rumah (Mus musculus Linnaeus)

Panjang ujung kepala sampai ekor kurang dari 175 mm, ekor 81-108 mm, kaki belakang 12-18 mm, telinga 8-12 mm. Rumus mammae 3+2=10. Warna rambut badan atas dan coklat kelabu. Jenis tikus ini sering ditemukan di dalam rumah, di dalam almari, dan tempat penyimpanan barang lainnya.

Tikus Sebagai Pembawa Penyakit

Vektor penyakit manusia yang berinteraksi dengan tikus (parasitisme) adalah berbagai jenis pinjal/kutu. Selanjutnya penyakit yang langsung ditularkan ke tikus, disebut penyakit bersumber tikus atau penyakit tular rodensia (rodent borne disease.

Penyakit yang ditularkan oleh vektor yang hidup sebagai ektoparasit pada tikus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya pes.

Sedangkan penyakit yang ditularkan oleh tikus dibedakan :

1.      Langsung; ditularkan lewat kontak tikus dengan manusia, misalnya gigitan tikus, dapat menyebabkan rabies dan demam gigitan tikus (ratbite fever) yang penyebabnya bakteri.

2.      Tidak langsung; misalnya lewat urin dan kotoran tikus. Urin dan kotoran ini mengandung penyebab penyakit (virus, riketsia, bakteri, protozoa, cacing, dan jamur manusia).

 

 

Selain primata, carnivora serta artiodactyla, kelas mamalia memiliki ordo lainnya yaitu rodentia. Ordo ini memiliki jumlah jenis yang terbanyak dibandingkan ordo lainnya dari kelas mamalia. Terdapat 29 suku/famili, 468 marga/genus dan 2052 jenis/species (Nowak, 1999 dalam Suyanto, 2006). Dari jumlah jenis tersebut, Indonesia memiliki 231 jenis atau 11,26 % dari jumlah jenis keseluruhan. Ada tiga suku dari ordo rodentia yang terdapat di indonesia yaitu Sciuridae, Muridae dan Hystricidae. Rodentia diklasifikasikan sebagai berikut :

Kingdom                              : Animalia

Filum                                     : Chordata

Subfilum                              : Vertebrata

Klas                                        : Mammalia

Ordo                                      : Rodentia

Famili                                    : Sciuridae, Muridae dan Hystricidae

Rodentia dicirikan dengan dua buah gigi seri atas maupun bawah yang tidak memiliki akar gigi dan relatif tumbuh besar dan terus memanjang seumur hidupnya. Hal ini yang menyebabkan bangsa rodentia mengerat pada benda-benda yang menurutnya keras. Kegiatan mengerat dilakukan agar pertumbuhan gigi rodentia tidak menembus tengkorak.

Untuk pengamatan rodentia, dapat dengan pengamatan secara langsung di habitatnya dengan menggunakan binocular. Alat ini dibutuhkan, sebab rodentia memiliki ukuran yang kecil dan cukup sulit untuk dapat melihatnya dengan jelas dari jarak yang dekat. Sehingga untuk memudahkan agar dapat melihat dari dekat digunakan perangkap untuk menangkap rodentia. Perangkap ada dua, yaitu perangkap mematikan dan perangkap hidup (life trap) yang sering digunakan. Umumnya alat ini digunakan untuk rodentia yang beraktifitas di malam hari (nokturnal). Selain itu, dengan menggunakan perangkap maka individu rodentia akan tertangkap. Sehingga dapat diketahui atau didapatkan data-data mengenai :

– berat badan (gram)

– panjang badan dan kepala (mm)

– panjang ekor

– panjang kaki belakang

– panjang telinga

– warna tubuh pada bagian punggung dan perut

– warna pada ekor (satu warna atau dua warna)

– jumlah puting susu

 

 

Panjang kepala dan badan diukur dari ujung hidung sampai anus, panjang ekor diukur dari anus sampai ujung ekor, panjang kaki belakang diukur mulai lutut sampai ujung jari kaki belakang serta panjang telinga diukur mulai dari pangkal telinga sampai ujung telinga. Jumlah puting susu dilihat dari dada rodentia.

Mengidentifikasi rodentia terbilang cukup sulit, apalagi untuk pemula. Jenis-jenisnya terkadang terlihat mirip satu sama lain. Untuk hal ini, jenis yang tidak dapat teridentifikasi dapat dibawa ke ahlinya. Selain itu, tengkorak jenis yang belum teridentifikasi dapat disamakan dengan tengkorak jenis-jenis yang telah teridentifikasi.

 

 

Rodensia (Rodentia) merupakan satu order mamalia yang bercirikan dua batang gigi acip yang sentiasa memanjang di rahang atas dan bawah, tetapi sentiasa dirapikan dengan menggerogot.[1][2]

40% spesies mamalia ialah rodensia yang banyak terdapat di semua benua kecuali Antartika. Antara rodensia yang terkenal termasuklah tikus, tupai, landak, dan tikus belanda.[1] Rodensia mempunyai gigi acip tajam yang digunakan untuk menggerogot kayu, menyiat makanan, dan menggigit pemangsa. Kebanyakan rodensia memakan benih atau tumbuhan. Sesetengah spesies rodensia digeruni sebagai haiwan perosak yang mencuri makan benih yang disimpan orang[3] ataupun menyebar wabak penyakit[4].

Istilah rodensia berasal dari bahasa Latin, iaitu rodens yang bermaksud “penggerogot” (dari kata kerja rodere, “menggerogot”).

Isi kandungan

Saiz dan taburan order

Dari segi jumlah spesies (tetapi tidak semestinya dari segi jumlah organisme (populasi) atau biojisim), rodensia merupakan order mamalia yang terbesar. Terdapat sekitar 2,277 spesies rodensia (Wilson and Reeder, 2005), dengan lebih 40 peratus spesies mamalia yang tergolong dalam order ini.[5] Pencapaian rodensia ini mungkin disebabkan saiznya yang kecil, kitaran pembiakan yang singkat, serta kebolehan menggerogot dan memakan pelbagai jenis makanan. (Lambert, 2000)

Rodensia ditemui dengan bilangan yang bersar di semua benua kecuali Antartika, kebanyakan pulau, dan di semua jenis habitat kecuali lautan. Rodensia merupakan order mamalia beruri selain kelawar (Chiroptera) dan anjing laut yang tiba di Australia tanpa dibawa masuk oleh manusia.

Posted in: Uncategorized