PERENCANAAN PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH

Posted on September 15, 2013

0


2.1. Jenis-Jenis Sampah

Berdasarkan sifatnya sampah dibagi menjadi 3 yakni;

  1. Sampah organik – dapat diurai (degradable), yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
  2. Sampah anorganik – tidak terurai (undegradable), Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
  3. Sampah B3/infeksius- beracun, sampah B3 misalnya jarum suntik.

 

2.2. Cara Pemanfaatan Sampah

Walaupun sampah merupakan sisa pembuangan dari manusia, tetapi sampah bisa menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis tergantung daripada pengolahannya. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan , pengangkutan , pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat.

Ada banyak cara pemanfaatan sampah tergantung dari cara kita mengeksekusinya.

 

 

 

2

Sampah Sebagai sumber energi listrik

            Jika seandainya manusia dapat memanfaatkan sampah dengan baik, maka manusia akan memeperoleh keuntungan dan manfaat, misalnya sampah dapat diolah menjadi energi. Energy yang dimaksud disini ialah energi listrik. Langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk mendapatkan energi listrik, pertama ialah memilih sampah yang dapat digunakan sebagai bahan utama, contohnya seperti besi kemudian sampah tersebut dibakar agar menghasilkan panas, setelah itu panas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk memutar turbin, setelah itu turbin dihubungkan kegenerator, kemudian generator menghasilkan listrik dan listrik siap dialirkan kerumah-rumah penjuru dunia.

Sampah sebagai pupuk

Selain dapat diolah menjadi sumber energy listrik, ternyata sampah juga bisa sebagai bahan pupuk organis. Sampah yagn dimaksud ialah sampah dedaunan, karena sampah dedaunan sangat mudah sekali mengalami proses penguraian ketika berada didalam tanah. Langkah-langkah yang harus kita lakukan agar mendapatkan pupuk organik yang baik, pertama memilih sampah, kemudian buat lubang sedalam 10 meter, setelah itu beri plastic putih berukuran besar sebagai lapisan dasar, kemudian letakkan sampah dedaunan di atasnya setelah itu tutup dengan plastik. Pupuk organis baru dapat digunakan setelah mengalami proses pembusukan dan penguraian sekitar kurang lebih 3 bulan

Sampah Sebagai Kerajinan Tangan

Berbagai macam jenis sampah yang dapat didaur ulang, misalnya sampah gelas plastic yang dapat didaur ulang menjadi hiasan jendela. Kaleng-kaleng bekas yang dapat didaur ulang menjadi tempat sampah yang unik dan masih banyak lagi contoh-contoh sampah yang dapat didaur ulang kembali.

Dari uraian diatas, dapat penulis simpulkan bahwa sampah ternyata banyak memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Hanya saja semua tergantung oleh manusia tersebut bagaimana cara dia memanfaatkan ssampah.

 

3

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang lebih baik dari cara pembakaran. Empat ( 4R ) prinsip yang dapat digunakan dalam menangani masalah sampah : 

  • Reduce (Mengurangi); upayakan meminimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. 
  • Re-use (Memakai kembali); pilihlah barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang yang disposable (sekali pakai, buang). 
  • Recycle (Mendaur ulang); barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang sehingga bermanfaat serta memiliki nilai tambah. Perlu diingat tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.  
  • Replace (Mengganti); Ganti barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Gunakn barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

2.3. Metode Pembuangan Akhir Sampah

Secara umum, berdasarkan sistem operasionalnya, terdapat tiga metode pembuangan akhir sampah, yaitu sanitary landfill, controlled landfill dan open dumping.

A .Skema sanitary landfill

Merupakan lahan urug yang telah memperhatikan aspek sanitasi lingkungan. Sampah diletakkan pada lokasi cekung, kemudian sampah dihamparkan hingga lalu dipadatkan untuk kemudian dilapisi dengan tanah penutup harian setiap hari akhir operasi dan dipadatkan kembali setebal 10% -15% dari ketebalan lapisan sampah untuk mencegah berkembangnya vektor penyakit, penyebaran debu dan sampah ringan yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Lalu pada bagian atas timbunan tanah penutup harian tersebut dapat dihamparkan lagi sampah yang kemudian ditimbun lagi dengan tanah penutup harian. Demikian seterusnya hingga terbentuk lapisan-lapisan sampah dan tanah. Bagian dasar konstruksi sanitary landfill dibuat lapisan kedap air yang dilengkapi dengan pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) yang terbentuk dari proses penguraian sampah organik. Terdapat juga saluran penyalur gas untuk mengolah gas metan yang dihasilkan dari proses degradasi limbah organik, lebih jelas lihat Gambar 2.5. Metode ini merupakan cara yang ideal namun memerlukan biaya investasi dan operasional yang tinggi.

B .Skema controlled landfill

            Controlled landfill atau lahan urug terkendali diperkenalkan oleh Departemen Pekerjaan Umum pada awal tahun 1990-an merupakan perbaikan atau peningkatan dari cara open dumping tetapi belum sebaik sanitary landfill. Pada skema ini pelapis dasar berupa lapisan geomembran. Aplikasi tanah penutup harian dilakukan setiap 5-7 hari. Setelah masa layan habis, dilakukan penutupan akhir. Tetapi sampai saat ini metode controlled landfill masih dianggap mahal.

 

 

 

 

 

5

C . Skema open dumping

Skema open dumping ini paling banyak diterapkan di Indonesia. Prinsip kerjanya sederhana: buang, tidak ada penanganan lebih lanjut terhadap sampah. Keuntungan utama dari sistem ini adalah murah dan sederhana. Kekurangannya, sistem ini sama sekali tidak memperhatikan sanitasi lingkungan. Sampah hanya ditumpuk dan dibiarkan membusuk sehingga menjadi lahan yang subur bagi pembiakan jenis-jenis bakteri serta bibit penyakit lain, menimbulkan bau tak sedap yang dapat tercium dari puluhan bahkan ratusan meter, mengurangi nilai estetika dan keindahan lingkungan

 

2.4. Rencana pengelolaan sampah dari tahap penimbulan sampai pembuangan akhir.

Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah

Sistim Pengumpulan TPS dari Rumah/Perumahan, Kelurahan,Kecamatan, Pasar Tradisional & Modern yang dikelompok menjadi Sampah Basah, Kering dan B3

Sistim Pengumpulan dan Pengangkutan ke TPA :

 

 

 

 

 

 

 

6

Pengolahan Konvensional tingkat TPA

Sistim Pemilahan, daur ulang dan Penimbunan

Sistim Pengolahan air lindi

 

 

 

 

 

 

 

Posted in: Uncategorized